sore ini gerimis turun dengan tenangnya, seperti membawa pesan manis lewat butiran2 air yang jatuh ke bumi.
"hai dunia. aku gerimis. semoga kalian senang dengan kehadiranku. maav kalau aku mengacaukan acara kalian."
kemudian seorang cewek entah dengan centilnya atau dia punya penyakit 'takut sama gerimis' memaki-maki gerimis yang turun sore ini.
*mengapa banyak orang tak menyapa gerimis sedangkan gerimis begitu hangatnya menyapa kita ?
mengapa kita tidak sekedar menadahkan tangan kita, seperti memberi salam pada gerimis atau kita menikmati gerimis dengan membiarkan butiran2 air jatuh membahasi wajah kita. bukan kah itu nikmat ?
atau taruh lah ketika gerimis itu hadir kita ucapkan syukur kepada tuhan yang telah menciptakan gerimis. gerimis hadir untuk kita, entah untuk satu jam kedepan, esok atau kah masa yang akan datang. bukannya gerimis hadir untuk menyirami tanaman agar tumbuh subur dan kita merasa nyaman .. bukannya nanti semua itu akan kembali pada kita ?
bukankah indah ketika kita bisa menyapa alam ?
-alam memang menyapa kita, tapi ia tak pernah meminta manusia menyapanya, bahkan ketika manusia mencibir dan memakinya dia tak pernah marah. dia hanya diam, tapi dia tak pernah dendam karena alam pun tetap memberikan apa yang mesti diberikan. andaikan kita seperti alam, nikmat ya ? bisa memberi tanpa harus diberi-
#salam gerimis untuk manusia di bumi ..